Páginas

Friday, May 6, 2016

Tugas Softskill Kelompok Akuntansi Internasional



Nama Kelompok : Verany Dwi Puji Astuti   (27212562)
                                 Yuke Aulia Qamarani    (27212922)
                                 Chairunnas Syamputra  (21212574)
Kelas                     : 4EB23
Mata Kuliah         : Softskill Akuntansi Internasional


INFLASI NEGARA PERANCIS





        
Republik Perancis atau Perancis (bahasa Perancis: République française, pengucapan bahasa Perancis: [ʁepyblik fʁɑ̃sɛz] adalah sebuah negara yang teritori metropolitannya terletak di Eropa Barat dan juga memiliki berbagai pulau dan teritori seberang laut yang terletak di benua lain.Perancis Metropolitan memanjang dari Laut Mediterania hingga Selat Inggris dan Laut Utara, dan dari Rhine ke Samudera Atlantik. Orang Perancis sering menyebut Perancis Metropolitan sebagai "L'Hexagone" ("Heksagon") karena bentuk geometris teritorinya. Perancis adalah sebuah republik kesatuan semi-presidensial yang tidak punya presiden. Ideologi utamanya tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara.

Perancis berbatasan dengan Belgia, Luksemburg, Jerman, Swiss, Italia, Monako, Andorra, dan Spanyol. Karena memiliki departemen seberang laut, Perancis juga berbagi perbatasan tanah dengan Brasil dan Suriname (berbatasan dengan Guyana Perancis), dan Sint Maarten (berbatasan dengan Saint-Martin). Perancis juga terhubung dengan Britania Raya oleh Terowongan Channel, yang berada di bawah Selat Inggris.

Perancis telah menjadi salah satu kekuatan terbesar dunia sejak pertengahan abad ke-17. Pada abad ke-18 dan 19, Perancis membuat salah satu imperium kolonial terbesar saat itu, membentang sepanjang Afrika Barat dan Asia Tenggara, memengaruhi budaya dan politik daerah. Perancis adalah negara maju, dengan ekonomi terbesar keenam (PDB nominal) atau kedelapan (PPP) terbesar di dunia. Merupakan negara yang paling banyak dikunjungi di dunia, menerima 82 juta turis asing per tahun (termasuk pelancong bisnis, tapi tidak termasuk orang yang menetap kurang dari 24 jam di Perancis).Perancis adalah salah satu negara pendiri Uni Eropa, dan memiliki wilayah terbesar dari semua anggota. Perancis juga negara pendiri Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan anggota Francophonie, G8, NATO, dan Uni Latin. Merupakan salah satu dari lima anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga kekuatan nuklir yang besar dengan 360 hulu ledak aktif dan 59 pembangkit listrik tenaga nuklir.

Asal dan sejarah nama
Nama "France" berasal dari Francia Latin, yang berarti "tanah bangsa Frank" atau "Frankland". Terdapat berbagai teori asal nama Frank. Salah satunya berasal dari kata Proto Jermanik frankon yang diartikan sebagai javelin atau lance karena kapak lempar Frank yang dikenal sebagai francisca.Etimologi lainnya adalah bahwa dalam sebuah bahasa Jermanik kuno, Frank berarti "bebas" yang merujuk pada budak. Kata ini masih digunakan dalam bahasa Perancis sebagai franc, juga digunakan sebagai penerjemahan "Frank" dan nama mata uang lokal, hingga penggunaan euro pada tahun 2000-an.

Dalam bahasa Jerman, Perancis masih disebut Frankreich, yang berarti "Kerajaan Bangsa Frank". Untuk membedakannya dari Kekaisaran Frank Charlemagne, Perancis Modern disebut Frankreich, sementara Kerajaan Frank disebut Frankenreich.

Kata "Frank" telah digunakan sejak kejatuhan Roma hingga Abad Pertengahan, dari pengangkatan Hugh Capet sebagai "Raja Frank" ("Rex Francorium") menjadi biasa merujuk pada Kerajaan Francia, yang kemudian menjadi Perancis. Raja Capetia menurun dari Robertine, yang memiliki dua raja Frank, dan sebelumnya memegang gelar "Duke of the Franks" ("dux Francorum"). Tanah Frank meliputi sebagian Perancis Utara modern tapi karena kekuasaan raja dilemahkan oleh pangeran regional sebutan ini kemudian ditetapkan pada demesne kerajaan sebagai tangan pendek. Hingga akhirnya nama ini diambil untuk seluruh Kerajaan sebagai kekuasaan sentral ditetapkan untuk seluruh kerajaan.


Ekonomi
Airbus A380 pertama dalam acara “A380 Reveal” di Toulouse tanggal 18 Januari 2005. Airbus adalah simbol globalisasi ekonomi Perancis dan Eropa. Ekonomi Perancis menggabungkan perusahaan pribadi ekstensif (hampir 2.5 perusahaan terdaftar) dengan intervensi pemerintah (lihat dirigisme) substansial (meskipun menurun). Pemerintah mempertahankan pengaruh terhadap bagian penting dalam sektor infrastruktur, dengan kepemilikan mayoritas atas firma rel kereta api, listrik, pesawat terbang, dan telekomunikasi. Telah mengendurkan kontrolnya secara bertahap sejak awal 1990-an. Pemerintah perlahan-lahan menjual saham di France Télécom, Air France, juga industri asuransi, perbankan, dan pertahanan.Sebuah anggota grup negara industri maju G8, Perancis menempati peringkat ekonomi terbesar kelima atau keenam menurut PDB nominal yang bergantung pada sumbernya. Perancis bergabung dengan 11 anggotaUE lainnya untuk meluncurkan euro pada tanggal 1 Januari 1999, dengan koin dan uang kertas euro yang menggantikan franc Perancis (₣) pada awal 2002.

Menurut OECD, tahun 2004 Perancis adalah pengekspor barang manufaktur terbesar kelima di dunia dan pengimpor terbesar keempat di dunia. Tahun 2003, Perancis adalah penerima investasi langsung asing terbesar ke-2 di antara negara OECD dengan nilai $47 miliar, setelah Luksemburg (di mana investasi langsung asing adalah transfer uang ke bank yang terletak di negara itu) tapi di atas Amerika Serikat ($39.9 miliar), Britania Raya ($14.6 miliar), Jerman ($12.9 miliar), atau Jepang ($6.3 miliar). Pada tahun yang sama, perusahaan Perancis menginvestasikan $57.3 miliar di luar Perancis, menempatkan Perancis sebagai investor langsung luar terpenting kedua di OECD, setelah Amerika Serikat ($173.8 miliar), dan di atas Britania Raya ($55.3 miliar), Jepang ($28.8 miliar) dan Jerman ($2.6 miliar).Dalam edisi 2005 OECD in Figures, OECD juga mencatat bahwa Perancis memimpin negara G7 menurut produktivitas (diukur sebagaimana PDB per jam bekerja). Tahun 2004, PDB per jam yang bekerja di Perancis adalah $47.7, di atas Amerika Serikat ($46.3), Jerman ($42.1), Britania Raya ($39.6), atau Jepang ($32.5).

Selain jumlah yang menunjukkan produktivitas per jam yang bekerja lebih tinggi daripada di AS, PDB per kapita Perancis lebih rendah dari PDB per kapita AS, menjadi dapat dibandingkan dengan PDB per kapita negara Eropa lainnya, yang rata-rata 30% di bawah AS. Alasannya adalah bahwa banyak persentase kecil penduduk Perancis yang bekerja bila dibangingkan dengan AS, yang PDB per kapitanya lebih rendah dari Perancis, karena produktivitasnya yang tinggi. Faktanya, Perancis memiliki salah satu persentase terendah penduduk berusia 15-64 tahun yang bekerja di antara negara OECD. Tahun 2004 68.8% penduduk Perancis berusia 15-64 tahun bekerja, bila dibandingkan dengan 80.0% di Jepang, 78.9% di Britania, 77.2% di AS, dan 71.0% di Jerman.Fenomena ini disebabkan oleh hampir tiga puluh tahun pengangguran massal di Perancis, yang membawa kepada tiga masalah yang mengurangi ukuran penduduk yang bekerja: sekitar 9% penduduk aktif tidak memiliki pekerjaan; siswa menunda selama mungkin masuknya mereka ke dalam pasaran buruh; dan terakhir, pemerintah Perancis memberi berbagai insentif kepada pekerja untuk pensiun pada awal usia 50 tahunan, meskipun semakin dikurangi.

Sementara banyak ahli ekonomi mengungkapkan kekecewaannya sepanjang tahun, masalah utama dengan ekonomi Perancis bukanlah produktivitas. Menurut pendapat mereka, yang utama adalah reformasi struktural, untuk meningkatkan ukuran penduduk yang bekerja dari seluruh penduduk. Ahli ekonomi Liberal dan Keynesian memiliki jawaban berbeda mengenai masalah itu. Jam kerja yang rendah dan keseganan pembentukan kembali pasar buruh dianggap sebagai titik lemah ekonomi Perancis dalam pandangan sayap kanan dan jarangnya kebijakan pemerintah yang menetapkan keadilan sosial menurut sayap kiri. Usaha pemerintah terbaru adalah menyesuaikan pasar buruh muda, mengurangi pengangguran, telah ditentang secara penuh.

Dengan 81.9 juta turis asing tahun 2007,Perancis menempati peringkat pertama sebagai tujuan turis terbaik di dunia, di atas Spanyol (58.5 juta tahun 2006) dan Amerika Serikat (51.1 juta tahun 2006). Jumlah 81.9 juta ini tidak termasuk orang yang menetap kurang dari 24 jam di Perancis, seperti orang Eropa Utara yang melintasi Perancis dalam perjalanan ke Spanyol atau Italia selama Musim Panas. Perancis memiliki kota berbudaya tinggi (Paris menjadi yang utama), pantai dan resor tepi laut, resor ski, dan wilayah pedesaan yang dinikmati untuk keindahan dan kenyamanannya (pariwisata hijau). Disamping pariwisata biasa Perancis menarik berbagai peziarah religius ke Lourdes, sebuah kota di département Hautes-Pyrénées, yang dikunjungi beberapa juta turis per tahun. Situs pariwisata terkenal meliputi: (menurut peringkat pengunjung per tahun pada tahun 2003):Menara Eiffel (6.2 juta), Museum Louvre (5.7 juta), Istana Versailles (2.8 juta), Musée d'Orsay (2.1 juta), Arc de Triomphe (1.2 juta), Centre Pompidou (1.2 juta), Mont-Saint-Michel (1 juta), Château de Chambord (711.000),Sainte-Chapelle (683.000), Château du Haut-Kœnigsbourg (549.000), Puy de Dôme (500.000), Musée Picasso (441,000), Carcassonne (362.000).

Perancis memiliki industri angkasa penting yang dipimpin oleh konsorsium Eropa Airbus, dan bersama Swedia menjadi satu-satunya kekuatan Eropa (tak termasuk Rusia) yang memiliki pelabuhan antariksa nasional pribadi (Centre Spatial Guyanais). Perancis juga negara Barat yang paling independen energinya karena investasi besar dalam tenaga nuklir (tenaga nuklir di Perancis), yang juga membuat Perancis produsen paling sedikit karbon dioksida di antara tujuh negara industri di dunia. Sebagai hasil investasi besar dalam teknologi nuklir, banyak listrik yang diproduksi di negara itu dibangkitkan oleh pembangkit tenaga nuklir (78.1% pada 2006,meningkat dari 8% tahun 1973, 24% tahun 1980, dan 75% tahun 1990).

Tanah subur yang banyak, pembuatan teknologi modern, dan subsidi UE telah bergabung untuk menjadikan Perancis produsen dan pengekspor hasil pertanian terdepan di Eropa. Gandum, unggas, susu, daging, dan babi, juga industri pangan dan anggur yang diakui adalah ekspor pertanian utama Perancis. Subsidi agrikultur UE ke Perancis hampir mencapai $14 miliar.

Sejak akhir Perang Dunia Kedua pemerintah melakukan usaha untuk berintegrasi dengan Jerman, secara ekonomi dan politik. Hari ini kedua negara membentuk apa yang disebut sebagai negara "inti" untuk integrasi lebih besar ke Uni Eropa.

 
AWAL TERJADINYA INFLASI DI PERANCIS
Setelah menderita berat berupa jiwa manusia, uang sumber alam akibat perang dunia I, perancis segera memulai usahanya dilapangan pembangunan dengan mengumpulkan uang untuk membiayainya dan mencari suatu sistem menciptakan keamanan nasional. Republik perancis ketiga adalah suatu Negara yang mempunyai sistem pemerintahan sentralisasi. Mulanya parlemen dengan sistem bicameral dan suatu kabinet yang lemah. Pemerintahannya selalu disusun dengan sistem koalisi, karena banyaknya partai politik, maka reshuffle kabinet terjadi terus menerus. Sejak tahun 1875 perancis mempunyai kabinet lebih seratus buah yang saling berganti. Akibatnya pemerintahan tidak stabil, meskipun bangsa perancis percaya bahwa stabilitas itu dapat dicapai dengan adanya birokrasi yang tetap dan adanya azas politik yang tetap pula dikalangan partai-partai.

Union sacree (1914-1919) merupakan kabinet koalisi selama perang dibawah pimpinan georges Clemenceau. Blok nasional (1919-1924) menjujung tinggi peerjanjian Versailles, menurut hukuman berat bagi jerman, memulihkan kembali hubungan dengan vatikan dan menentang keras aliran sosialis. Daerah perancis yang hancur akibat perang dibangun kembali. Mengusahakan pendudukan terhadap daerah ruhr pada tahun 1923. Blok kiri 1924-1926 mengambil tindakan yang anti gereja, berusaha menstabilkan kedudukan uang franc, menerima rencana Dawes1924, menarik kembali tentara perancis dari daerah Ruhr, dan membantu terselenggaranya perjanjian lacarno 1925. kabinet persatuan nasional 1926-1929 meroba sistem pajak, menstabilkan uang franc. Mengusahakan dengan keras pembayaran kembali uang nasional dan melanjutkan pembangunan daerah perancis yang rusak akibat perang. Dari tahun 1929 sampai tahun 1935 terdapat kegoncangan terus menerus dikalangan kabinet perancis, disebabkan kekacauan ekonomi, dan kekuatiran terhadap jerman serta kekeruhan dalam negeri. Front rakyat (1936-1938) merupakan kabinet koalisi yang terdiri dari golongan sosialis radikal, sosialis dan komunis berusaha mengadakan perobahan dengan menetapkan undang- undang yang menguntungkan bank perancis dan menaikan pajak. Disamping itu kabinet menentang keras organisasi fascis. Kabinet daladier banyak menghapuskan peraturan dari front rakyat, memajukan pruduksi untuk kepentingan pertahanan nasional. Menyetujui perjanjian munich 1938 dan menyatakan perang kepada jerman tahun 1938 (3 september).

Politik perekonomian. Sesudah perang perancis mengalami kemerdekaan ekonomi secara terus menerus. Banyaknya utang perang dan biaya pembangunan yang besar. Sistem pajak yang sudah kuno dan uang franc yang merosot nilainya. Kabinet silih berganti adanya inflasi. Pemerintahan sudah mendekati keruntuhan sekalipun kabinet dengan sekuat tenaga menstabilisir anggota belanja Negara. Kemunduran ekonomi tersebut dibarengi pula dengan krisis ekonomi dunia hilangnya pemasukan uang melalui periwisata, tidak dibayarkannya hutang perang oleh jerman. Rakyat perancis belum mengerti hubungan pembayaran pajak dengan pembangunan Negara. Elzas Lotharingen. Penyerahan daerah Elzas Lotharingen kepada perancis oleh perjanjian Versailles segera timbulny perselisihan mengenai agama, bahasa, hak-hak politik dan politik perekonomian.

Usaha untuk memperkecil daerah itu dengan larangan bahasa jerman bagi penduduknya mendapat tantangan hebat. Sebagai jalan tengah diputuskan bahwa bahasa perancis hanya diajarkan di kelas 1 dan 2 kelas selanjutnya baru diajarkan bahasa jerman. Penduduk asli yang berbahasa jerman banyak mendapat hambatan dalam fasilitas, meraka tidak diperkenankan pegang jabatan di wilayah itu. Dalam tahun 1925 Elzas Lotharingen dimasukkan dalam pemerintahan perancis, pemerintahannya diatur dari paris sampai daerah itu diduduki jerman pada tahun 1940. wilayah lain yang menjadi sengketa jerman-perancis adalah saar. Pada tahun 1935 oleh Hitler diadakan pelebisit, sehingga saar jatuh kepada jerman.

Roy Davies dan Glyn Davies, 1996 dalam bukunya The History of Money From Ancient time to Present Day, menguraikan sejarah kronologis secara komprehensif tentang krisis dunia yang pernah terjadi. Menurut mereka, sepanjang abad 20 telah terjadi lebih 20 kali kris besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa secara rata-rata, setiap 5 tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia. Salah satunya adalah pada tahun 1929 – 1930 The Great Crash (di pasar modal NY) & Great Depression (Kegagalan Perbankan); di US, hingga net national productnya terbangkas lebih dari setengahnya. Selanjutnya, pada tahun 1931 Austria mengalami krisis perbankan, akibatnya kejatuhan perbankan di German, yang kemudian mengakibatkan berfluktuasinya mata uang internasional. Hal ini membuat UK meninggalkan standard emas. Kemudian 1944 – 1966 Perancis mengalami hyper inflasi akibat dari kebijakan yang mulai meliberalkan perekonomiannya.


KATEGORI INFLASI YANG PERNAH TERJADI DI PERANCIS
Serta juga seperti yang telah dilansir pada tanggal 19 Februari 2015 dalam PARIS, suaramerdeka.com Untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima tahun, tingkat inflasi di negara ekonomi terbesar kedua zona euro, negatif; badan statistik nasional Perancis mengatakan, Kamis (19/2).

Pada bulan Januari, harga-harga turun 0,4 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, INSEE mengatakan, mencatat bahwa Perancis tidak mengalami inflasi negatif sejak Oktober 2009. Positifnya data inflasi di Perancis menyusul Jerman, sebagai negara pembangkit tenaga listrik Eropa, yang juga mengalami penurunan harga sebesar 0,4 persen.Pola penurunan harga di zona euro tidak disambut gembira Bank Sentral Eropa, yang ingin menjaga inflasi pada kisaran dua persen.

Bulan lalu, ECB meluncurkan program pembelian obligasi triliun euro untuk menangkal deflasi dan mengakhiri stagnasi ekonomi zona euro. Penurunan inflasi di zona euro ini terkait dengan anjloknya harga minyak, yang kini lebih murah dari bensin – komponen kunci belanja rumah tangga di Eropa. Inflasi yang rendah juga terkait lesunya ekonomi di 19 negara anggota zona euro, yang ditandai dengan melemahnya permintaan.

Meski terlihat positif bagi konsumen dan ekonomi negara, penurunan harga dikhawatirkan memicu konsumen menunda pembelian, ahli ekonomi menyebut. Hal ini akan menyebabkan tingkat permintaan makin lemah, ekonomi melambat, hingga jumlah pengangguran bertambah. Dari sekian sumber yang didapat, dapat disimpulkan bahwa kategori inflasi yang terdapat di Perancis, masih dalam kategori ringan dimana masih dibawah kisaran 10%.



KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI DAMPAK INFLASI
Sampai pembahasan dampak inflasi, maka Anda dapat menyimpulkan bahwa inflasi menyebabkan perubahan yang sangat luas terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Jika dihubungkan dengan keadaan sekarang tentunya dengan mudah Anda mendapatkan gejala-gejala negatif dari inflasi yang paling sederhana, harga-harga naik secara menyeluruh. Apakah Anda merasakan dampak tersebut? Inflasi tentunya harus diatasi dan untuk mengatasinya dapat dilakukan pemerintah dengan cara melakukan beberapa kebijakan yang menyangkut bidang moneter, fiskal dan non moneter. Adapun penjelasan kebijakan tersebut akan diuraikan di bawah ini :

Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal. Untuk menjalankan kebijakan ini Bank Indonesia menjalankan beberapa politik/kebijakan yaitu politik diskonto, politik pasar terbuka dan menaikan cash ratio.

Politik Diskonto ditujukan untuk menaikan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal pinjaman menjadi mahal.

Politik Dasar Terbuka dilakukan dengan cara menawarkan surat berharga ke pasar modal. Dengan cara ini diharapkan masyarakat membeli surat berharga tersebut seperti SBI yang memiliki tingkat bunga tinggi, dan ini merupakan upaya agar uang yang beredar di masyarakat mengalami penurunan jumlahnya.

Cash Ratio artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang.

Kebijakan Fiskal adalah Kebijakan yang berhubungan dengan finansial pemerintah. Bentuk kebijakan ini antara lain :
 
Pengurangan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan. 

Menaikkan pajak, akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang..


Kebijakan Non-Moneter dapat dilakukan dengan cara menaikan hasil produksi, kebijakan upah dan pengawasan harga dan distribusi barang.

Menaikan hasil produksi, cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada sektor produksi bahan bakar, produksi beras.

Kebijakan upah, tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.

Pengawasan harga dan distribusi barang dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga eceran tertinggi/HET). Pengendalian harga yang baik tidak akan berhasil tanpa ada pengawasan. Pengawasan yang baik biasanya akan menimbulkan pasar gelap.




Referensi :

https://id.wikipedia.org/wiki/Perancis

http://www.bi.go.id/seki/tabel/TABEL9_2.pdf

http://agathavania.blogspot.com/2014/05/inflasi-dan-deflasi.html

http://barboek.blogspot.com/2011/11/sejarah-berdirinya-negara-prancis.html

http://ririnrifaatul47.blogspot.com/2013/04/1-negara-negara-kalah-pasca-perang_73.html

http://lyasudiro.blogspot.com/2011/12/krisis-ekonomi-global-dan-dampaknya.html