Monday, January 28, 2013
Biografi Harry Styles
Harry Edward Styles, lahir 1 Februari 1994 (umur 18), berasal dari Holmes Chapel, Cheshire, Inggris. Ayah dan ibunya bernama Des Styles dan Anne Cox. Dia punya seorang kakak perempuan bernama Gemma. Saat berusia tujuh tahun, ayah dan ibunya bercerai, ibunya kemudian menikah lagi dengan seorang pria bernama Robin Twist. Harry pernah menjadi penyanyi utama dalam sebuah band independen bernama White Eskimo. Band ini pernah memenangkan sebuah kompetisi band lokal di Cheshire. Sebelum Harry mengikuti audisi The X Factors, dia sempat bekerja di sebuah toko roti. Harry sangat mengidolakan Elvis Presley. Dia mengatakan Presley adalah penyebab awal ketertarikannya pada musik. Harry juga mengagumi musisi-musisi seperti Foster the People, Coldplay dan Kings of Leon. Selain itu, perjalanan bermusiknya juga turut dipengaruhi oleh The Beatles. Harry pernah menjalin hubungan dengan seorang presenter televisi bernama Caroline Flack. Hubungan ini menimbulkan kontroversi karena perbedaan usia antara mereka berdua yang terpaut cukup jauh, yaitu 15 tahun. Sebelumnya, Harry juga sempat digosipkan memiliki hubungan spesial dengan Taylor Swift.
Bisnis Sampingan Bagi Mahasiswa
Bisnis Sampingan Bagi Mahasiswa
Bisnis sampingan bagi mahasiswa sangat berguna bukan hanya untuk mendapatkan penghasilan tambahan tetapi juga untuk menambah pengalaman wirausaha. Dengan melakukan bisnis maka mahasiswa akan terjun langsung ke dunia usaha secara nyata sehingga dapat mempraktekan ilmu yang didapat dari perkuliahan.
Namun timbul pertanyaan, jenis bisnis apa yang cocok untuk dijalankan mahasiswa? Jawabannya pasti berbeda-beda tergantung situasi, kondisi, dan kemampuan mahasiswa itu sendiri. Yang jelas ada beberapa kriteria bisnis yang dapat dijalankan dengan mudah dengan meminimalisir resiko kerugian bahkan kebangkrutan usaha. Kriteria tersebut diantaranya :
Sesuaikan dengan background pendidikan
Memang pada kenyataannya, kita bisa melihat banyak orang yang sukses berbisnis yang bertolak belakang dengan pendidikannya. Misalnya mahasiswa jurusan teknik tetapi sukses dengan usaha kuliner. Namun mereka melalui perjalanan bisnis itu dengan susah payah dengan mencari ilmu seputar bisnisnya. Sebaliknya jika anda menjalankan bisnis yang sesuai dengan apa yang anda pelajari di kampus, maka anda dapat mempersingkat proses pembelajaran tersebut dan anda dapat melaluinya dengan mudah karena memang anda punya pengetahuan tentang apa yang anda geluti.
Mulailah kerjasama dari pertemanan
Seorang sahabat kadang lebih dekat dari seorang saudara kandung, mungkin hal ini terjadi disebabkan adanya kesamaan teman dengan anda pada faktor umur, latar belakang, keinginan, dan pengetahuan. Anda dapat memanfaatkannya demi kelancaran bisnis yang akan anda geluti. Bekerjasamalah dengan dua atau tiga orang teman anda, dan mulai merumuskan apa yang akan anda kerjakan untuk menghasilkan usaha kecil yang menguntungkan.
Masuki ceruk pasar yang baru
Ada beberapa ceruk pasar yang tidak terjamah oleh perusahaan besar. Dan itu adalah peluang emas yang dapat anda masuki dengan mudah. Sebagai contoh perusahaan besar telah membuat Helm pengendara motor dengan berbagai jenis model. Kalau anda berusaha membuat pabrik serupa maka anda akan kehabisan energi untuk berkopetensi dengan pabrik besar. Kenapa anda tidak mencoba untuk membuka jasa lukis helm? Helm yang tampilannya biasa-biasa, anda cat atau lukis ulang menjadi helm unik. Sehingga orang yang menginginkan helm dengan tampilan unik dan trendy dapat memesannya kepada anda. Uangpun mengalir dengan deras ke saku anda, tanpa ada perlawanan berarti dari pabrik besar pembuatan helm.
Jangan menyerah
Semua impian itu indah, tetapi ketika dijalani ternyata banyak hambatan menghadang dan impianpun mulai memudar. Jangan menyerah, karena harapan itu selalu ada. Orang yang sukses bukannya orang yang tak pernah gagal, tapi orang yang bangkit kembali setelah kegagaglan. Jika anda jatuh 100 kali maka bangunlah yang ke 101 kali maka kesuksesan terwujud dalam kehidupan anda. Siapkan mental baja untuk memulai bisnis sampingan, dan jangan menyerah sebelum impian tercapai. Salam Sukses!!
Namun timbul pertanyaan, jenis bisnis apa yang cocok untuk dijalankan mahasiswa? Jawabannya pasti berbeda-beda tergantung situasi, kondisi, dan kemampuan mahasiswa itu sendiri. Yang jelas ada beberapa kriteria bisnis yang dapat dijalankan dengan mudah dengan meminimalisir resiko kerugian bahkan kebangkrutan usaha. Kriteria tersebut diantaranya :
Sesuaikan dengan background pendidikan
Memang pada kenyataannya, kita bisa melihat banyak orang yang sukses berbisnis yang bertolak belakang dengan pendidikannya. Misalnya mahasiswa jurusan teknik tetapi sukses dengan usaha kuliner. Namun mereka melalui perjalanan bisnis itu dengan susah payah dengan mencari ilmu seputar bisnisnya. Sebaliknya jika anda menjalankan bisnis yang sesuai dengan apa yang anda pelajari di kampus, maka anda dapat mempersingkat proses pembelajaran tersebut dan anda dapat melaluinya dengan mudah karena memang anda punya pengetahuan tentang apa yang anda geluti.
Mulailah kerjasama dari pertemanan
Seorang sahabat kadang lebih dekat dari seorang saudara kandung, mungkin hal ini terjadi disebabkan adanya kesamaan teman dengan anda pada faktor umur, latar belakang, keinginan, dan pengetahuan. Anda dapat memanfaatkannya demi kelancaran bisnis yang akan anda geluti. Bekerjasamalah dengan dua atau tiga orang teman anda, dan mulai merumuskan apa yang akan anda kerjakan untuk menghasilkan usaha kecil yang menguntungkan.
Masuki ceruk pasar yang baru
Ada beberapa ceruk pasar yang tidak terjamah oleh perusahaan besar. Dan itu adalah peluang emas yang dapat anda masuki dengan mudah. Sebagai contoh perusahaan besar telah membuat Helm pengendara motor dengan berbagai jenis model. Kalau anda berusaha membuat pabrik serupa maka anda akan kehabisan energi untuk berkopetensi dengan pabrik besar. Kenapa anda tidak mencoba untuk membuka jasa lukis helm? Helm yang tampilannya biasa-biasa, anda cat atau lukis ulang menjadi helm unik. Sehingga orang yang menginginkan helm dengan tampilan unik dan trendy dapat memesannya kepada anda. Uangpun mengalir dengan deras ke saku anda, tanpa ada perlawanan berarti dari pabrik besar pembuatan helm.
Jangan menyerah
Semua impian itu indah, tetapi ketika dijalani ternyata banyak hambatan menghadang dan impianpun mulai memudar. Jangan menyerah, karena harapan itu selalu ada. Orang yang sukses bukannya orang yang tak pernah gagal, tapi orang yang bangkit kembali setelah kegagaglan. Jika anda jatuh 100 kali maka bangunlah yang ke 101 kali maka kesuksesan terwujud dalam kehidupan anda. Siapkan mental baja untuk memulai bisnis sampingan, dan jangan menyerah sebelum impian tercapai. Salam Sukses!!
Tips memaksimalkan bisnis via jejaring sosial
by: Angga Aliya - detikFinance
Jika Anda sering posting iklan atau jualan produk/jasa di situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+ tapi hasilnya belum memuaskan, barang kali Anda harus membaca artikel berikut ini...Yuks kita intip tip-tip bagaimana kita memaksimalkan iklan/jualan kita di situs jejaring sosial. Ini dia...
Salah satu teknologi paling anyar yang saat ini sedang digandrungi adalah social media alias media jejaring sosial. Media jejaring sosial bisa sangat membantu tapi juga menyita waktu anda secara bersamaan, terutama para pelanggan dan calon pelanggan yang berharap dapat respon cepat 24 jam nonstop.
Dilansir dari financialedge, Jumat (8/12/2011), berikut beberapa tips untuk menentukan seberapa banyak waktu yang bisa anda habiskan untuk 'menjual' perusahaan anda di Twitter, Google+, Facebook,dan media sosial lainnya.
1. Tidak ada yang namanya sukses dalam sehari
Kesuksesan butuh kerja keras, waktu dan dedikasi tinggi, ini berlaku juga di sosial jejaring media. Anda bisa mulai men-tweet soal perusahaan dan produk anda untuk beberapa bulan pertama. Hasilnya akan berbeda-beda.
Mungkin beberapa orang tidak akan mengalami perubahan yang drastis dari bisnisnya dalam tiga bulan pertama, tapi beberapa orang lainnya mungkin saja sudah bisa meraup omzet yang meningkat tiga kali lipat.
Cukup sulit juga untuk mengukur seberapa sukses anda berjualan di media jejaring sosial. Sebagai contoh, meningkatnya omzet bisa menjadi ukuran kesuksesan. Tapi, image positif dan jumlah penggemar atau pengikut (follower) perusahaan anda juga tidak bisa disepelekan begitu saja.
Pastikan anda membangun image perusahaan dan produk yang positif dan jangan lupa tetap melayani para pelanggan dan calon pelanggan di dunia maya. Lakukan secara efektif, jangan berlebihan sampai menyita waktu anda.
2. Pasang target feedback konsumen
Setiap aksi yang dilakukan di media sosial oleh sebuah perusahaan atau tim marketingnya, seperti posting di Facebook atau berkicau di Twitter, pasti ada target imbal balik (feedback) dari pelanggannya. Salah satu tujuan perusahaan menggunakan media sosial adalah, mempertegas keberadaan merek, meningkatkan penjualan, memperbaiki dan menjaga persepsi konsumen dan lain sebagainya.
Tapi, semua itu tidak akan efektif jika anda tidak memasang target. Anda akan menghabiskan banyak waktu di media sosial karena tahu tujuannya untuk apa, tapi tidak tahu kapan mencapai tujuan tersebut.
Begitu anda siap untuk menggelar kampanye promosi di jejaring sosial, pastikan anda punya target yang tepat dan sistem pengukur untuk memonitor seberapa sukses kampanye tersebut. Dengan monitor yang rutin, anda bisa menentukan seberapa jauh anda dari target dan apa yang harus dilakukan, harus menambah frekuensi atau malah mengurangi.
3. Atur frekuensi promosi
Konsumen mungkin saja menyukai produk atau jasa layanan perusahaan anda, terlihat dari banyaknya 'like this' di postingan Facebook anda atau jumlah pengikut di Twitter. Tetapi bukan berarti mereka ingin dibanjiri dengan postingan promosi anda setiap saat.
Amati setiap perilaku pengikut anda di dunia maya. Jika komentar di postingan Facebook atau retweet sudah mulai lesu, ini bisa berarti anda terlalu banyak berpromosi atau mungkin jenis promosi yang adan lakukan sudah mulai membosankan.
4. Jangan abaikan proses bisnis anda
Media jejaring sosial betujuan untuk meningkatkan penjualan, promosi dan hubungan masyarakat (public relation/PR), jangan sampai anda terlalu berkonsentrasi di tempat ini dan malah mengabaikan seluruh proses bisnis secara keseluruhan.
Sambil anda memonitor tren, melihat imbal balik konsumen dan mengatur frekuensi promosi, jangan sampai lupa untuk memperhatikan kelangsungan bisnis anda, pastikan tidak ada proses yang terabaikan karena terlalu banyak berselancar di dunia maya.
Kesimpulan:
Strategi promosi lewat media sosial yang efektif lebih kepada kualitas dan konsistensi ketimbang kuantitas. Promosi seperti ini juga butuh masukan dan hubungan dengan konsumen, yang sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk membentuk konsumen yang loyal.
Anda juga harus bisa membagi waktu antara berpromosi di dunia maya dan mengurus seluruh proses bisnis anda secara utuh, ini hal yang tidak mudah. Namun demikian, dengan rencana yang matang sistem yang teratur, semua ini bisa dilakukan.
Oke, bagaimana? Sudah siap memanfaatkan situs jejaring sosial untuk mendukung bisnis Anda?
Sumber: http://finance.detik.com/
Jika Anda sering posting iklan atau jualan produk/jasa di situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, google+ tapi hasilnya belum memuaskan, barang kali Anda harus membaca artikel berikut ini...Yuks kita intip tip-tip bagaimana kita memaksimalkan iklan/jualan kita di situs jejaring sosial. Ini dia...
Salah satu teknologi paling anyar yang saat ini sedang digandrungi adalah social media alias media jejaring sosial. Media jejaring sosial bisa sangat membantu tapi juga menyita waktu anda secara bersamaan, terutama para pelanggan dan calon pelanggan yang berharap dapat respon cepat 24 jam nonstop.
Dilansir dari financialedge, Jumat (8/12/2011), berikut beberapa tips untuk menentukan seberapa banyak waktu yang bisa anda habiskan untuk 'menjual' perusahaan anda di Twitter, Google+, Facebook,dan media sosial lainnya.
1. Tidak ada yang namanya sukses dalam sehari
Kesuksesan butuh kerja keras, waktu dan dedikasi tinggi, ini berlaku juga di sosial jejaring media. Anda bisa mulai men-tweet soal perusahaan dan produk anda untuk beberapa bulan pertama. Hasilnya akan berbeda-beda.
Mungkin beberapa orang tidak akan mengalami perubahan yang drastis dari bisnisnya dalam tiga bulan pertama, tapi beberapa orang lainnya mungkin saja sudah bisa meraup omzet yang meningkat tiga kali lipat.
Cukup sulit juga untuk mengukur seberapa sukses anda berjualan di media jejaring sosial. Sebagai contoh, meningkatnya omzet bisa menjadi ukuran kesuksesan. Tapi, image positif dan jumlah penggemar atau pengikut (follower) perusahaan anda juga tidak bisa disepelekan begitu saja.
Pastikan anda membangun image perusahaan dan produk yang positif dan jangan lupa tetap melayani para pelanggan dan calon pelanggan di dunia maya. Lakukan secara efektif, jangan berlebihan sampai menyita waktu anda.
2. Pasang target feedback konsumen
Setiap aksi yang dilakukan di media sosial oleh sebuah perusahaan atau tim marketingnya, seperti posting di Facebook atau berkicau di Twitter, pasti ada target imbal balik (feedback) dari pelanggannya. Salah satu tujuan perusahaan menggunakan media sosial adalah, mempertegas keberadaan merek, meningkatkan penjualan, memperbaiki dan menjaga persepsi konsumen dan lain sebagainya.
Tapi, semua itu tidak akan efektif jika anda tidak memasang target. Anda akan menghabiskan banyak waktu di media sosial karena tahu tujuannya untuk apa, tapi tidak tahu kapan mencapai tujuan tersebut.
Begitu anda siap untuk menggelar kampanye promosi di jejaring sosial, pastikan anda punya target yang tepat dan sistem pengukur untuk memonitor seberapa sukses kampanye tersebut. Dengan monitor yang rutin, anda bisa menentukan seberapa jauh anda dari target dan apa yang harus dilakukan, harus menambah frekuensi atau malah mengurangi.
3. Atur frekuensi promosi
Konsumen mungkin saja menyukai produk atau jasa layanan perusahaan anda, terlihat dari banyaknya 'like this' di postingan Facebook anda atau jumlah pengikut di Twitter. Tetapi bukan berarti mereka ingin dibanjiri dengan postingan promosi anda setiap saat.
Amati setiap perilaku pengikut anda di dunia maya. Jika komentar di postingan Facebook atau retweet sudah mulai lesu, ini bisa berarti anda terlalu banyak berpromosi atau mungkin jenis promosi yang adan lakukan sudah mulai membosankan.
4. Jangan abaikan proses bisnis anda
Media jejaring sosial betujuan untuk meningkatkan penjualan, promosi dan hubungan masyarakat (public relation/PR), jangan sampai anda terlalu berkonsentrasi di tempat ini dan malah mengabaikan seluruh proses bisnis secara keseluruhan.
Sambil anda memonitor tren, melihat imbal balik konsumen dan mengatur frekuensi promosi, jangan sampai lupa untuk memperhatikan kelangsungan bisnis anda, pastikan tidak ada proses yang terabaikan karena terlalu banyak berselancar di dunia maya.
Kesimpulan:
Strategi promosi lewat media sosial yang efektif lebih kepada kualitas dan konsistensi ketimbang kuantitas. Promosi seperti ini juga butuh masukan dan hubungan dengan konsumen, yang sebenarnya butuh waktu cukup lama untuk membentuk konsumen yang loyal.
Anda juga harus bisa membagi waktu antara berpromosi di dunia maya dan mengurus seluruh proses bisnis anda secara utuh, ini hal yang tidak mudah. Namun demikian, dengan rencana yang matang sistem yang teratur, semua ini bisa dilakukan.
Oke, bagaimana? Sudah siap memanfaatkan situs jejaring sosial untuk mendukung bisnis Anda?
Sumber: http://finance.detik.com/
Subscribe to:
Comments (Atom)

